5 JEMBATAN PALING TERKENAL DI BOJONEGORO SEBELUM BERDIRINYA JEMBATAN TRUCUK - BOJONEGORO

Sungai Bengawan Solo melintas membelah Kabupaten Bojonegoro. Jembatan merupakan salah satu objek vital untuk menyeberanginya. Kabupaten Bojonegoro gencar mempromosikan jembatan barunya yakni Jembatan Trucuk - Bojonegoro. Tapi tahukah anda, ada beberapa jembatan yang lebih populer sebelum Jembatan Trucuk - Bojonegoro? Berikut kami berikan daftarnya.

Jembatan Glendeng

Sumber: The Traveler

Jembatan Glendeng merupakan jembatan penghubung antara Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Jembatan bersejarah ini turut menjadi saksi perjuangan Indonesia melawan penjajah. Beberapa tahun yang lalu, di sekitar lokasi jembatan ini pernah ditemukan mobil jenis jeep lengkap dengan amunisi pasukan Belanda, yang konon kabarnya dulu sempat terjatuh ke sungai Bengawan Solo.

Jembatan Bendung Gerak

Sumber: Youtube

Seperti namanya, Jembatan Bendung Gerak berada tepat di atas Bendungan Gerak Bojonegoro. Jembatan ini menghubungkan antara Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Trucuk. Keberadaanya sangat membantu dan menunjang aktivitas masyarakat.

Jembatan Padangan - Kasiman

Sumber: Berita Bojonegoro

Jembatan ini biasa di sebut dengan sebutan Jembatan CePaKa, yang merupakan akronim dari Cepu Padangan dan Kasiman. Jembatan ini seolah menjadi pusat rekreasi baru bagi masyarakat setempat. Jika malam tiba, keramaian pengunjung dan pedagang di sini, tak kalah dengan taman-taman yang ada di kota.

Jembatan Malo

Sumber: Traveling Yuk

Jembatan Malo adalah jembatan paling indah di Bojonegoro pada masanya. Jika dilihat dari sudut pandang yang tepat, anda akan mendapatkan pemandangan yang memukau. Pun dari atas jembatan kita juga bisa melihat pemandangan sekitar yang tak kalah indah, termasuk pancaran cahaya dari aliran sungai Bengawan Solo.

Jembatan Kaliketek

Sumber: Wikipedia

Jembatan Kaliketek menghubungkan dua Kecamatan, antara lain Kecamatan Bojonegoro dengan Kecamatan Trucuk. Jembatan ini sempat viral tatkala salah satu program televisi swasta menyambanginya. Saat itu digambarkan, banyak sekali penunggu atau bangsa lelembut, yang menjadi penghuni jembatan ini.

Nah, seperti fungsinya, jembatan merupakan sarana penyeberangan untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. Sudah sebaiknya kita ikut menjaga dan merawat keberadaannya, demi kepentingan bersama dan anak cucu kita nanti.

Comments

Popular posts from this blog

PATUNG LETTU SOEJITNO, DAN TITIK NOL BOJONEGORO

JEMBATAN TRUCUK BOJONEGORO BERNAMA JEMBATAN SOSRODILOGO, KOK BISA?