MITOS PERNIKAHAN YANG BIASANYA DIHINDARI ORANG BOJONEGORO

Sumber foto: yukepo.com

Kebanyakan orang ingin sekali saja melakukan pernikahan dalam hidupnya. Di Bojonegoro khususnya, terdapat beberapa mitos yang harus dihindari, agar tercipta sebuah rumah tangga langgeng dan bahagia.

Menurut para sesepuh, akan terjadi banyak musibah, pernikahan yang tidak langgeng, bahkan kematian orang-orang terdekat hingga diri sendiri, jika mitos-mitos ini dilanggar. Berikut lima mitos tentang pernikahan yang biasanya dihindari orang Bojonegoro.

5. Tibo Pati
Tibo Pati artinya akan mendapat banyak musibah, bahkan kematian. Biasanya dalam menentukan hari pernikahan, orang yang awam hitung-hitungan jawa akan meminta bantuan kepada orang yang paham dalam hal ini. Biasanya mereka yang paham adalah sesepuh desa, orang-orang tua, atau bisa juga tokoh masyarakat. Tentu saja dalam menentukan hari pernikahan, orang-orang ini akan menghindari hari yang jatuhnya di Tibo Pati.

4. Jarak Habis
Setiap bayi yang lahir memiliki weton. Misalnya jumat kliwon, maka nilainya adalah 14 diambil dari jumat yang bernilai 6, ditambah kliwon yang bernilai 8. Ketika weton dua mempelai digabungkan, maka nilai penggabungan tersebut disebut "Jarak". Ketika jarak kedua mempelai habis, atau tidak tersisa ketika dibagi tiga, maka bisa disebut jarak habis. Misalnya jarak 24 dibagi 3 hasilnya delapan utuh. Lalu jarak 25 dibagi 3, hasilnya delapan sisa 1. Maka hitungan tersebut bisa disebut jarak 1, begitu seterusnya.

3. Letak Rumah Calon Pengantin
Jika letak rumah calon pengantin wanita di sebelah utara rumah calon pengantin pria, maka yang harus melakukan lamaran terlebih dahulu adalah calon pengantin wanita. Begitupun lokasi diselenggaralannya ijab qabul, juga di rumah calon pengantin pria.

2. Geblag'e Wong Tuwo
Artinya adalah hari meninggalnya kakek nenek, atau ayah dan ibu dari masing-masing mempelai. Hari tersebut juga harus dihindari dalam menentukan hari pernikahan.

1. Bulan Suro
Bilan suro menjadi pantangan untuk melaksanakan hajatan. Bukan hanya untuk orang Bojonegoro, tapi masyarakat Jawa pada umumnya. Seperti empat hal di atas, pernikahan akan mendapat banyak musibah, tidak langgeng, bahkan kematian, jika melanggar mitos ini.

Nah itu tadi lima mitos yang biasanya dihindari sebelum menentukan hari pernikahan di Bojonegoro. Ini adalah mitos yang berkembang di masyarakat. Percaya atau tidak, tergantung bagaimana kita menyikapinya secara bijaksana.

Comments

Popular posts from this blog

5 JEMBATAN PALING TERKENAL DI BOJONEGORO SEBELUM BERDIRINYA JEMBATAN TRUCUK - BOJONEGORO

PATUNG LETTU SOEJITNO, DAN TITIK NOL BOJONEGORO

JEMBATAN TRUCUK BOJONEGORO BERNAMA JEMBATAN SOSRODILOGO, KOK BISA?