MITOS ULAR DI BAWAH PASAR BOJONEGORO
Salam hangat untuk anda semua. Seperti biasa, semoga senantiasa diberikan kebahagiaan dalam kehidupan yang anda jalani.
Apakah anda percaya dengan mitos? Secara dinamis, mitos begitu mudah menyebar luas secara turun temurun di berbagai tempat termasuk Kabupaten Bojonegoro. Banyak mitos berkembang di Kabupaten yang merupakan penghasil minyak ini. Salah satunya, mitos ular besar yang bersemayam di bawah Pasar Kota, atau Pasar Bojonegoro.
Konon katanya, kepala ular tersebut berada di sungai Bengawan Solo. Sedang tubuhnya berada tepat di bawah pasar. Ular ini tidak bisa pergi kemana-mana. Di era penjajahan Belanda, kepala ular ini dipatok menggunakan patok yang terbuat dari besi. Hanya tubuhnya saja yang sesekali bisa bergerak.
Ketika tubuhnya menggeliat atau bergerak, maka akan menimbulkan pergerakan pada tanah. Pergerakan tanah ini paling parah terjadi di area pasar. Jika sesuai dengan mitos, berarti Pasar Bojonegoro berada tepat di atas tubuh dari ular tersebut.
Hal ini diperkuat dengan fenomena tanah ambles atau jungkur, yang dulu sering terjadi di area Pasar Kota. Sebagian masyarakat menghubungkan hal tersebut dengan mitos ular yang berada di bawah pasar.
Nah, bagaimana dengan anda semua? Namanya mitos bisa dipercaya atau tidak. Kembali lagi bagaimana kita menyikapinya secara bijaksana.
Apakah anda percaya dengan mitos? Secara dinamis, mitos begitu mudah menyebar luas secara turun temurun di berbagai tempat termasuk Kabupaten Bojonegoro. Banyak mitos berkembang di Kabupaten yang merupakan penghasil minyak ini. Salah satunya, mitos ular besar yang bersemayam di bawah Pasar Kota, atau Pasar Bojonegoro.
Konon katanya, kepala ular tersebut berada di sungai Bengawan Solo. Sedang tubuhnya berada tepat di bawah pasar. Ular ini tidak bisa pergi kemana-mana. Di era penjajahan Belanda, kepala ular ini dipatok menggunakan patok yang terbuat dari besi. Hanya tubuhnya saja yang sesekali bisa bergerak.
sumber ilustrasi: blog bintang
Ketika tubuhnya menggeliat atau bergerak, maka akan menimbulkan pergerakan pada tanah. Pergerakan tanah ini paling parah terjadi di area pasar. Jika sesuai dengan mitos, berarti Pasar Bojonegoro berada tepat di atas tubuh dari ular tersebut.
Hal ini diperkuat dengan fenomena tanah ambles atau jungkur, yang dulu sering terjadi di area Pasar Kota. Sebagian masyarakat menghubungkan hal tersebut dengan mitos ular yang berada di bawah pasar.
Nah, bagaimana dengan anda semua? Namanya mitos bisa dipercaya atau tidak. Kembali lagi bagaimana kita menyikapinya secara bijaksana.

Comments
Post a Comment