SANDUR: DISURUH TURUN MALAH NEKAT MEMANJAT
Tentu saja adegan di atas hanya bagian dari pertunjukan Kesenian Sandur. Namun kali ini diimprovisasi lebih modern dengan melibatkan pantomin, serta tidak ada pemeran-pemeran lain yang biasanya terdapat pada Kesenian Sandur konvensional.
Sandur sendiri merupakan Kesenian dari Bojonegoro yang berasal dari Ledok Kulon. Menurut infomasi yang kami himpun, kesenian ini sudah lama ada, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Sandur awal mulanya adalah permainan anak-anak penggembala yang bercerita tentang pertanian, mulai dari explorasi hingga exploitasi.
Namun Sandur bisa juga menjadi seni kontemporer. Temanya tidak terpaku pada Sandur konvensional, tapi bisa dikembangkan lebih luas lagi. Salah satunya contoh seperti foto di atas. Dikombinasi dengan pantomim, ceritanya bukan tentang pertanian, tapi lebih ke percintaan. Diperankan hanya oleh satu orang, lalu dibantu properti seperti patung-patung yang terbuat dari bambu.
Berbeda memang jika kita bandingkan dengan Sandur konvensional, yang biasanya terdapat pertunjukan Tari Jaranan di dalam pementasannya. Adegan memanjat dan bergelantungan (kalong) pun juga lebih ekstrem.
Nah, jika kita berbicara Tari Jaranan, pasti tak lepas dari yang namanya unsur mistis. Menurut beberapa orang yang kami temui, memang ada hal-hal semacam itu pada pementasan Sandur konvensional. Seperti pertunjukan Tari Jaranan pada umumnya, para penari juga seperti mengalami kerasukan.
Sandur merupakan kesenian asli Bojonegoro yang patut untuk dijaga dan lestarikan. Di era milenial seperti ini, kesenian dan budaya memang kurang mendapat perhatian. Apresiasi setinggi langit kepada mereka-mereka yang sejauh ini sudah berusaha meneruskan kesenian dan budaya para leluhur.

Comments
Post a Comment