SANG RUPA, DARI CFD MENUJU PAMERAN SPEKTAKULER
Di era modern seperti saat ini, generasi muda lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengutak-utik gadget. Hobi-hobi klasik seperti menggambar atau melukis cenderung ditinggalkan. Mungkin faktor lainnya adalah para milenial saat ini lebih melihat bahwa kesenian kurang mendapat apresiasi dan nilai ekonomi yang tinggi.
Sang Rupa merupakan satu komunitas pelukis di Bojonegoro yang belum lama ini terbentuk. Festival Bengawan 2018 menjadi cikal bakal dan awal pertemuan para pelukis ini, yang kemudian sepakat untuk membentuk sebuah komunitas yang memiliki visi misi lebih jelas.
Pada awalnya mereka hanya melakukan kampanye di Car Free Day. Mengenalkan dan memamerkan hasil karyanya di pinggir jalan, dan juga ngamen di rumah makan. Tapi kini, komunitas yang sudah memiliki kurang lebih 63 anggota ini telah mampu membuat pameran yang spektakuler. Ibu Anna Muawanah menjadi saksi sekaligus meresmikan pembukaan Pameran yang bertajuk "Jangan Lupa Merdeka," Jum'at (2/8/2019), di gedung PCK Bojonegoro. Terlihat Bupati Bojonegoro turut membeli dua buah lukisan dari 102 karya yang dipamerkan. 102 lukisan tersebut merupakan hasil karya dari 40 perupa, yang berpartisipasi dalam pameran kali ini.
Ditemui tim visitbojonegoro.com, ketua panitia Endro Lukito menyampaikan sebuah harapan agar Perupa di Bojonegoro selalu bersemangat dan tidak mudah menyerah dalam menyikapi problematika baik dari sisi wacana pasar maupun pasar wacana. Agar semua berjalan seiring dan seimbang di era 4.0 ini. Endro Lukito juga berharap Pemerintah bisa bersinergi dan membangun mimpi, serta target apa yang ingin dicapai khususnya di bidang kesenian, agar bisa berdampak positif dari segi ekonomi bagi para perupa di Bojonegoro.
Selain pameran, komunitas Sang Rupa juga terus mengedukasi generasi muda, supaya mereka dapat menghasilkan karya yang berkualitas, sehingga kesenian bisa mendapat apresiasi lebih baik dari masyarakat.

Comments
Post a Comment